Wednesday, March 9, 2016

Inilah Do'a Yang Selalu Di Amalkan Nabi shollallaahu ‘alayhi wa’alaa aalihi wasallam pada PAGI HARI

Termasuk do’a yang selalu diamalkan Nabi shollallaahu ‘alayhi wa’alaa aalihi wasallam pada PAGI HARI





yaitu yang terdapat dalam Musnad Imam Ahmad dan Sunan Ibnu Majah dari hadits Ummu Salamah rodhiyallaahu ‘anha, bahwa Rosulullaah shollallaahu ‘alayhi wa’alaa aalihi wasallam ketika selesai salam dalam sholat shubuh beliau membaca;

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

Allaahumma inniy as-aluka 'ilman naafi'an, warizqon thoyyiban, wa'amalan mutaqobbalan

“Yaa Allaah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu ilmu yang bermanfaat, rizki yang halal dan baik serta amalan yang diterima oleh-Mu.”
{Musnad Imam Ahmad,6/322. Sunan Ibnu Majah,no.925. Dan shohih Ibnu Majah,no.753.}

Siapa yang merenungkan do’a yang agung ini, niscaya dia tahu bahwa mengamalkannya pada waktu tersebut sangat tepat, karena pagi merupakan permulaan hari, dan bagi seorang muslim, tidak ada obsesi apapun pada hari itu selain merealisasikan tujuan-tujuan mulia tersebut. Yaitu ILMU YANG BERMANFAAT, RIZKI YANG BAIK dan AMAL YANG SELALU DITERIMA-NYA. Ketika dia membuka harinya dengan tiga permintaan ini seakan-akan dia membatasi harapan dan tujuannya. Dan tidak diragukan lagi, hal ini akan membuat hati manusia semakin lapang dan tujuan hidupnya semakin terarah dengan baik.

Berbeda dengan mereka yang memulai paginya tanpa mengetahui tujuan hidup yang dia harap untuk dijalankan dalam hidupnya. Para praktisi pendidikan menyarankan agar setiap orang menentukan tujuan pada setiap aktivitas yang dilakukan agar tujuan lebih mudah dicapai, lebih terhindar dari kekacauan, dan lebih terarah. Sekali lagi tidak diragukan lagi jika seseorang yang menentukan tujuan hidupnya dengan tujuan tertentu akan lebih sempurna dibandingkan dengan yang tidak melakukannya.

Bagi seorang muslim dalam menjalankan hari-harinya tidak boleh meremehkan hal itu bahkan dia harus memiliki tujuan-tujuan hidup agar mendapatkan tiga hal di atas dan menyempurnakannya dalam kehidupan dan mendapatkannya dengan cara yang terbaik.

Oleh karena itu, betapa indahnya hari yang diawali dengan menentukan tiga tujuan hidup kita ini. Yang dengannya kehidupan akan lebih terarah dengan baik.

Kemudian seseorang yang diawal harinya menentukan tiga hal ini bukan berarti ia membatasi tujuan hidupnya, namun dia bermaksud untuk merendahkan diri kepada Allah ‘Azza wajalla, memohon perlindunganNya agar senantiasa diberi karunia oleh Allah untuk mendapatkan tiga tujuan yang mulia tersebut. Karena tiada daya dan kekuatan, tiada kemampuan baginya untuk mendatangkan kebaikan atau menolak bahaya kecuali atas izin Allah ‘Azza wajalla, maka kepadaNya dia memohon perlindungan, pertolongan dan juga kepadaNya dia menyerahkan diri dan tawakkal.

{Dikutip dari bagian ketiga kitab “Fiqh Al-Ad’iyah wa Al-Adzkar”, Asy-Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq bin ‘AbdilMuhsin Al-Abbad Al-Badr. Buku edisi terjemah: Berjuta manfaat dalam sebaris do’a, penerbit Perisai Quran.}

DHASYATNYA TASBIH, TAHMID TAHLIL DAN TAKBIR

KEUTAMAAN TASBIH, TAHMID TAHLIL DAN TAKBIR 




Dzikir adalah refleksi tertinggi dari ungkapan rasa syukur, maka tidaklah seseorang disebut bersyukur kalau dia tidak pernah berdzikir. Ibnul Qayyim rahimahullah dalam kitabnya Al-Wabil Ash-Shaib.

Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda:
“Sungguh apabila aku membaca: ‘Subhaanallah walhamdulillaah walaa ilaaha illallaah wallaahu akbar’. Adalah lebih senang bagiku dari apa yang disinari oleh matahari terbit.” (HR. Muslim)

Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam juga bersabda :
“Perkataan yang paling disenangi oleh Allah adalah empat :
Subhaanallaah ,Alhamdulillaah ,Laa ilaaha illallaah dan
Allaahu Akbar. Tidak mengapa bagimu untuk memulai yang mana di antara kalimat tersebut.” (HR. Muslim)

Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: "Dua kalimat yang ringan di lisan tetapi berat dalam timbangan, dan sangat digemari Allah Yang Maha Rahman,yaitu: 'Shubhanallahi wa bihamdihi, Shubhanallahi al-adziim (Mahasuci Allah dengan segala pujian kepada-Nya, Mahasuci Allah yang Maha Agung).
HR Muslim, Al-Bukhari dan Ibnu Majah.

Semoga bermanfaat,silakan share semoga bermanfaat 
dan menginspirasi dan menjadi renungan bagi sahabat yang lainnya



Keutamaan Tasbih, Tahmid Tahlil dan Takbir 

Dzikir adalah refleksi tertinggi dari ungkapan rasa syukur, maka tidaklah seseorang disebut bersyukur kalau dia tidak pernah berdzikir. Ibnul Qayyim rahimahullah dalam kitabnya Al-Wabil Ash-Shaib.

Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda:
“Sungguh apabila aku membaca: ‘Subhaanallah walhamdulillaah walaa ilaaha illallaah wallaahu akbar’. Adalah lebih senang bagiku dari apa yang disinari oleh matahari terbit.” (HR. Muslim)

Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam juga bersabda :
“Perkataan yang paling disenangi oleh Allah adalah empat :
Subhaanallaah ,Alhamdulillaah ,Laa ilaaha illallaah dan
Allaahu Akbar. Tidak mengapa bagimu untuk memulai yang mana di antara kalimat tersebut.” (HR. Muslim)

Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: "Dua kalimat yang ringan di lisan tetapi berat dalam timbangan, dan sangat digemari Allah Yang Maha Rahman,yaitu: 'Shubhanallahi wa bihamdihi, Shubhanallahi al-adziim (Mahasuci Allah dengan segala pujian kepada-Nya, Mahasuci Allah yang Maha Agung).
HR Muslim, Al-Bukhari dan Ibnu Majah.

Semoga bermanfaat,silakan share semoga bermanfaat 
dan menginspirasi dan menjadi renungan bagi sahabat yang lainnya.

Monday, March 7, 2016

SEJARAH MASUKNYA ISLAM DI KALIMANTAN BARAT

SEJARAH MASUKNYA ISLAM DI KALIMANTAN BARAT


MASUKNYA ISLAM DI KALIMANTAN BARAT

Masuknya Islam ke Kalimantan Barat itu sendiri tidak di ketahui secara pasti, masih banyak perbedaan pendapat dari berbagai kalangan. Ada pendapat yang mengatakan bahwa Islam pertama kali masuk ke Kalimantan Barat pada Abad ke-15, dan ada juga pendapat lain yang mengatakan Islam masuk di Kalbar pada abad ke-16. Daerah pertama di Kalimantan Barat yang diperkirakan terdahulu mendapat sentuhan agama Islam adalah Pontianak, Matan dan Mempawah. Islam masuk ke daerah-derah ini diperkirakan antara tahun 1741, 1743 dan 1750. Menurut salah satu versi pembawa islam pertama bernama Syarief Husein, seorang Arab. Namun, ada versi lain yang mengatakan, nama beliau adalah Syarif Abdurrahman al-Kadri, putra dari Svarif Husein. Diceritakan bahwa Syarief Abdurrahman Al-Kadri adalah putra asli Kalimantan Barat. Ayahnya Sayyid Habib Husein al-Kadri, seorang keturunan Arab yang telah menjadi warga Matan. Ibunya bernama Nyai Tua, seorang putri Dayak yang telah menganut agama Islam, putri Kerajaan Matan. Syarif Abdurrahman al-Kadri lahir di Matan tanggal 15 Rabiul Awal 1151 H (1739 M). Jadi ia merupakan keturunan Arab dan Dayak dan Ayahnya Syarief Husein (Ada yang menyebutnya Habib Husein) menjadi Ulama terkenal di Kerajaan Matan hampir selama 20 tahun. (Anshar Rahman, 2000:3).
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa Islam masuk ke Kalbar itu dibawa oleh juru dakwah dari Arab. Tidak diketahui secara pasti apakah Syarief Husein ini seorang pedagang atau tidak. Namun, ada yang mengatakan kalau Syarief Husein dulunya adalah seorang pedagang yang kemudian menjadi pendakwah, dan menetap di Kalbar. Syarief Husein dalam menyebarkan agama Islam tidak hanya melalui dakwah tetapi juga melalui aktivitas ekonomi. Dengan kekuatan ekonomi ini pula dakwah menjadi semakin berhasil, ditambah relasi yang luas dengan para pedagang lainnya. (Anshar Rahmat, 2000:4). Setelah beliau meninggal kemudian digantikan oleh anaknya Syarif Abdurrahman al-Kadri.
Islam tersebar hampir diseluruh wilayah Kalimantan Barat, tidak hanya di daerah pesisir pantai tetapi juga didaerah-daerah pedalaman Kalbar. Pada dasarnya di daerah Kalbar mayoritas penduduknya adalah Melayu, yang identik beragama Islam dan pada umumnya bermukim di pesisir sungai atau pantai. Ada beberapa hal yang membuat Islam dapat dengan mudah untuk diterima oleh masyarakat dan menyebar luas sampai kedaerah-daerah pedalaman. Adapun faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut:

1. Melalui perkawinan

Dimana adanya perkawinan campuran yang dilakukan oleh orang muslim dengan orang non-muslim. Hal ini dapat ditunjukan seperti ketika orang Dayak Iban datang kedaerah Batu Ngandung yang mayoritas penduduknya bersuku melayu, mereka tinggal dan menetap lama disana. Kemudian, setelah beberapa tahun tinggal disana, orang Iban mendapat tawaran untuk masuk Islam dengan tujuan agar mereka orang-orang Iban tersebut lebih mudah menyatu dalam hal makan minum dan pembauran perkawinan. Dan hal ini mendapatkan respon yang sangat baik dari orang Iban, mereka percaya dengan adanya kesamaan akidah akan membuat mereka lebih mudah dan dapat mempererat hubungan kekerabatan dan kekeluargaan. Adanya perkawinan campuran ini juga dapat dilihat pada kerajaan Pontianak yang rajanya Syarief Abdurrahman Al-Kadri menikah dengan Nya’I Tua putri Dayak kerajaan Matan.

2. Melalui perdagangan



Mayoritas penduduk Kalbar tinggal di daerah pesisir sungai atau pantai. Islam disebar luaskan dan berkembang melalui kegiatan perdagangan mulanya di kawasan pantai seperti Kota Pontianak, Ketapang, atau Sambas, kemudian menyebar kearah perhuluan sungai.


3. Melalui dakwah

Hal ini dapat kita lihat ketika Islam masuk ke daerah Sungai Embau di daerah Kapuas Hulu. Yang memegang peranan yang sangat penting dalam menyebarkan dan mengajarkan agama Islam pada masyarakat Sungai Embau adalah para pendakwah yang datang dari luar daerah tersebut. Adapun nama-nama mubaligh dan guru agama yang terlibat dalam menyebarkan agama Islam didaerah tersebut pada awal abad ke-20 diantaranya adalah Haji Mustafa dari Banjar (1917-1918), Syeh Abdurrahman dari Taif, Madinah (1926-1932), Haji Abdul Hamid dari Palembang (1932-1937), Sulaiman dari Nangah Pinoh (1940-?), dan Haji Ahmad asal Jongkong (sekarang). Para guru agama ini mengajarkan membaca Al-Quran, fiqh dan lain-lain, dirumah dan juga di mesjid. Dalam pengajaran membaca Al-Qur’an mereka menggunakan metode Baqdadiyah

4. Melalui Kekuasaan (otoriter)

Islamisasi ini terjadi pada masa Sultan Aman di kerajaan Sintang. Pada massa ini beliau melakukan perperangan kepada siapa saja yang tidak mau masuk Islam. Tercatat raja-raja kerajaan Silat, Suhaid, Jongkong, Selimbau dan Bunut diperangi karena tidak mau masuk Islam. Setelah raja-raja tersebut dapat ditaklukan dan menyatakan diri memeluk Islam, mereka diharuskan berjanji untuk tidak ingkar. Bagi yang melanggar akan dihukum mati. Hal ini mungkin agak unik dibandingkan dengan Islamisasi yang terjadi diwilayah lain yang rata-rata disiarkan secara damai.

5. Melalui Kesenian

Islam disebarkan kepada masyarakat Kalbar juga melalui kesenian tradisional. Ini dapat kita lihat pada masyarakat di Cupang Gading. Sastra tradisional yang ada di Cupang Gading memperlihatkan adanya nilai-nilai keislaman. Dengan mengkolaborasikan antara nilai Islam dengan nilai kesenian ini memberikan kemudahan dalam menyebarkan Islam itu sendiri. Berpadunya nilai lokal dengan Islam dapat dilihat melalui prosa rakyat yang dikenal dengan istilah bekesah dan melalui puisi tradisional, seperti pantun, mantra, dan syair. Selain itu Islam juga disebarkan melalui kesenian Jepin Lembut yang ada didaerah Sambas. Dengan berbagai macam kesenian inilah yang kemudian dijadikan media dakwah dalam menyebarkan Islam di Kalbar

semoga bermanfaat .

Apa Itu I'tikaf Dan Pengertianya


I’tikaf dari segi bahasa bermakna berdiam dan berhenti pada suatu tempat, tanpa memerhatikan tempat itu baik atau tidak. Di dalam Rawa’I al-Bayan, As-Shabuni dengan mengutip Imam Syafi’I menuliskan secara bahasa I’tikaf bermakna menetapnya (al-mulazamat) seseorang untuk sesuatu dan menahan dirinya dalam kondisi tersebut terlepas apakah untuk hal baik atau buruk. Senada dengan pengertian ini, di dalam ensiklopedia islam, disebutkan bahwa I’tikaf adalah tinggal dan menetap di suatu tempat dengan tujuan yang baik atau yang buruk.

Sedangkan menurut syara’ I’tikaf adalah duduk berdiam diri di masjid, tempat orang berjamaah dengan niat beribadah kepada Allah swt. Menurut Mashab Hanafi, I’tikaf adalah tinggal atau menetap di masjid yang digunakan untuk shalat berjamaah dalam keadaan berpuasa serta diawali dengan niat untuk beI’tikaf. Sedangkan Mazhab Syafi’I mendefinisikan I’tikaf dengan menetap di masjid yang dilakukan orang-orang tertentu dengan niat.

Para Pengutip Ilmu Fiqih


Pengutip / Pelopor Ilmu Fiqih
Pengutip atau pelopor ilmu Fiqih adalah mereka para ulama mujtahidin yang sungguh sungguh berusaha dengan gigih mengutip ilmu Fiqih dari sumbernya. Mereka adalah para imam madzab yang empat.

Gerhana Dan Penjelasan Seputar Sejarah


Oleh Ibnu Zahid Abdo el-Moeid*
Shalat wajib 5 waktu disyariatkan saat peristiwa Isra' dan Mi'raj. Adapun Isra' dan Mi'raj terjadi pada hari Senin Legi tanggal 27 Rajab –3 H (hijriah)/19 Maret 619 M (masehi). Sebagian riwayat mengatakan 16 bulan sebelum hijrah, sebagian lagi mengatakan 5 tahun sebelum hijrah. Sedangkan shalat gerhana baru disyariatkan 6 tahun 2 bulan setelah Isra' dan Mi’raj. Shalat gerhana disyariatkan pertama kali pada tahun ke-5 hijrah, yakni ketika terjadi gerhana bulan total pada malam Rabu 14 Jumadal Akhirah 4 H, bertepatan dengan 20 November 625 M.
Sejak disyariatkannya shalat gerhana, 14 Jumadal Akhirah 4 H/20 November 625 M sampai Rasulullah SAW wafat pada hari Senin Legi, 14 Rabi’ul Awal 11 H/8 Juni 632 M terjadi 3 kali gerhana matahari dan 5 kali gerhana bulan. Menurut riwayat, Rasulullah SAW wafat tanggal 12 Rabi’ul Awal. Lebih detalinya gerhana yang terjadi dalam kurun waktu tersebut berdasarkan perhitungan hisab tadqiqi, lihat tabel di bawah. 

PENJELASAN TENTANG ILMU FIQIH

Fiqih dalam bahasa Arab artinya pengertian, dan dalam istilah ulama artinya ilmu yang membahas hukum-hukum agama Islam diambil dari dalil-dalil tafsili atau dalil dalil yang terperinci.

Hukum Agama
Hukum Agama dibagi menjadi lima bagian yaitu ..